Asal usul Sepakbola

 


Awal mula sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan bahwa sepak bola berasal dari Tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.

Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.

Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.

Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.

Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, aawal mulanya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.

Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.

Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.

Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.

Kampung Budaya- Kampung Pulo

perbesar...
Kecamatan : Leles
Kampung pulo merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Kampung Pulo ini sendiri terletak di Desa Cangkuang, Kampung Cijakar, kecamatan Leles, Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat.
Adapun batas administrasi dari Kampung Pulo adalah sebagai berikut:
Utara : desa Neglasari kecamatan Kadungora
Selatan : desa Margaluyu dan desa Sukarame kecamatan Leles
Timur : desa Karang Anyar dan desa Tambak Sari kecamatan Leuwigoong
Barat : desa Talagasari kecamatan Kadungora dan desa Leles Kecamatan Leles

Menurut cerita rakyat, masyarakat Kampung Pulo dulunya beragama Hindhu, lauli Embah Dalem Muhammad singgah di daerah ini karena ia terpaksa mundur karema mengalami kekalahan pada penyerangan terhadap Belanda. Karena kekalahan ini Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram karena malu dan takut pada Sultan agung. Beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat kampong Pulo. Embah Dalem Arif Muhammad beserta kawan-kawannya menetap di daerah Cangkuang yaitu Kampung Pulo. Sampai beliau wafat dan dimakamkan di kampumg Pulo. Beliau meninggalkan 6 orang anak Wanita dan satu orang pria. Oleh karena itu, dikampung pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjejer saling berhadapan masing- masing 3 buah rumah dikiri dan dikanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi serta yang berdiam di rumah tersebut tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak sudah dewasa kemudian menikah maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus meninggalkan rumah dan harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut. Walaupun 100 % masyarakat kampong Pulo beragama Islam tetapi mereka juga tetap melaksanakan sebagian upacara ritual hindhu.


Keterangan Denah Komplek Rumah Adat Kampung Pulo :
1.     Rumah Kuncen
2.     Rumah Adat
3.     Rumah Adat
4.     Rumah Adat
5.     Rumah Adat
6.     Rumah Adat
7.     Mesjid Kampung Pulo

Dalam adat istiadat Kampung Pulo terdapat beberapa ketentuan yang masih berlaku hingga sekarang yaitu :
  • Dalam berjiarah kemakam-makam harus mematuhi beberapa syarat yaitu berupa bara api, kemenyan, minyak wangi, bunga-bungaan dan serutu. Hal ini dipercaya untuk mendekatkan diri (pejiarah) kepada roh-roh para leluhur.
  • Dilarang berjiarah pada hari rabu, bahkan dulu penduduk sekitar tidak diperkennankan bekerja berat,begitu pula Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau menerima tamu karena hari tersebut digunakan unutk mengajarkan agama. Karena menurut kepercayaan bila masyarakat melanggarnya maka timbul mala petaka bagi masyarakat tersebut.
  • Bentuk atap rumah selamanya harus mamanjang (jolopong)
  • Tidak boleh memukul Goong besar
  • Khusus di kampong pulo tidak boleh memelihara ternak besar berkaki empat seperti kambing, kerbau, sapi dan lain-lain.
  • Setiap tanggal 14 bulan Maullud mereka malaksanakan upacara adapt memandikan benda-benda pusaka seperti keris, batu aji, peluru dari batu yang dianggap bermakna dan mendapat berkah. Yang berhak menguasai rumah- rumah adapt adalah wanitadan diwariskan pula kepada anak perempuannya. Sedangkan bagi anak laki-laki yang sudah menikah harus meninggalkan kampong tersebut setelah 2 minggu.
Desa Cangkuang terletak diantara kota Bandung dan Garut yang berjarak +-2 km dari kecamatan Leles dan 17 km dari Garut atau 46 km dari Bandung. Kondisi lingkungan di Kawasan ini memiliki kualitas lingkungan yang baik, kebersihan yang cukup terjaga dan juga bentang alam yang baik. Tingkat Visabilitas di kawasan ini digolongkan cukup bebas dengan tingkat kebisingan yang rendah.

Sumber daya listrik untuk keperluan penerangan dikawasan ini berasal dari PLN yang alirannya diambil secara tidak langsung melalui salah satu rumah penduduk di kampong Cangkuang. Sumber air bersih dikawasan ini beraal dari sumur dan air danau dengan kualitas air yang jernih, rasa yang tawar dan bau air yang normal. Berhubung karena tidak boleh adanya bangunan lain yang dibangun di kampung pulo maka di kampong Pulo tersebut tidak terdapat fasilitas Wisata Lainnya.
 Ke halaman sebelumnya

Kampung Budaya - Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya




Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.



Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal-usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.

Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.

Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Umpanya sembahyang lima waktu: Subuh, Duhur, Asyar, Mahrib, dan salat Isa, hanya dilakukan pada hari Jumat. Pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.

Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang Singaparna, Bumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.

Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).

Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.

Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayang, pencak silat, dan sebagainya diperbolehkan kesenian tersebut dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.

Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal-usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.

Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).

Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan kepada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:

1. Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14
2. Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20
3. Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15
4. Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14
5. Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20
6. Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14
7. Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13
8. Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20
9. Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11
10. Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11
11. Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12
12. Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20

Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan kepada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.


Uupacara Adat :

1. Menyepi

Upacara menyepi dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga pada hari selasa, rabu, dan hari sabtu. Upacara ini menurut pandangan masyarakat Kampung Naga sangat penting dan wajib dilaksanakan, tanpa kecuali baik laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu jika ada upacara tersebut di undurkan atau dipercepat waktu pelaksanaannya. Pelaksanaan upacara menyepi diserahkan pada masing-masing orang, karena pada dasarnya merupakan usaha menghindari pembicaraan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat. Melihat kepatuhan warga Naga terhadap aturan adat, selain karena penghormatan kepada leluhurnya juga untuk menjaga amanat dan wasiat yang bila dilanggar dikuatirkan akan menimbulkan malapetaka.

2. Hajat Sasih

Upacara Hajat Sasih dilaksanakan oleh seluruh warga adat Sa-Naga, baik yang bertempat tinggal di Kampung Naga maupun di luar Kampung Naga. Maksud dan tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon berkah dan keselamatan kepada leluhur Kampung Naga, Eyang Singaparna serta menyatakan rasa syukur kepada Tuhan yang mahaesa atas segala nikmat yang telah diberikannya kepada warga sebagai umat-Nya.

Upacara Hajat Sasih diselenggarakan pada bulan-bulan dengan tanggal-tanggal sebagai berikut:

=> Bulan Muharam (Muharram) pada tanggal 26, 27, 28
=> Bulan Maulud (Rabiul Awal) pada tanggal 12, 13, 14
=> Bulan Rewah (Sya'ban) pada tanggal 16, 17, 18
=> Bulan Syawal (Syawal) pada tanggal 14, 15, 16
=> Bulan Rayagung (Dzulkaidah) pada tanggal 10, 11, 12

Pemilihan tanggal dan bulan untuk pelaksanaan upacara Hajat Sasih sengaja dilakukan bertepatan dengan hari-hari besar agama Islam. Penyesuaian waktu tersebut bertujuan agar keduanya dapat dilaksanakan sekaligus, sehingga ketentuan adat dan akidah agama islam dapat dijalankan secara harmonis.

Upacara Hajat Sasih merupakan upacara ziarah dan membersihkan makam. Sebelumnya para peserta upacara harus melaksanakan beberapa tahap upacara. Mereka harus mandi dan membersihkan diri dari segala kotoran di sungai Ciwulan. Upacara ini disebut beberesih atau susuci. Selesai mandi mereka berwudlu di tempat itu juga kemudian mengenakan pakaian khusus. Secara teratur mereka berjalan menuju mesjid. Sebelum masuk mereka mencuci kaki terlabih dahulu dan masuk kedalam sembari menganggukan kepala dan mengangkat kedua belah tangan. Hal itu dilakukan sebagai tanda penghormatan dan merendahkan diri, karena mesjid merupakantempat beribadah dan suci. Kemudian masing-masing mengambil sapu lidi yang telah tersedia di sana dan duduk sambil memegang sapu lidi tersebut.

Adapun kuncen, lebe, dan punduh / Tua kampung selesai mandi kemudian berwudlu dan mengenakan pakaian upacara mereka tidak menuju ke mesjid, melainkan ke Bumi Ageung. Di Bumi Ageung ini mereka menyiapkan lamareun dan parukuyan untuk nanti di bawa ke makam. Setelah siap kemudian mereka keluar. Lebe membawa lamareun dan punduh membawa parukuyan menuju makam. Para peserta yang berada di dalam mesjid keluar dan mengikuti kuncen, lebe, dan punduh satu persatu. Mereka berjalan beriringan sambil masing-masing membawa sapu lidi. Ketika melewati pintu gerbang makam yang di tandai oleh batu besar, masing-masing peserta menundukan kepala sebagai penghormatan kepada makam Eyang Singaparna.

Setibanya di makam selain kuncen tidak ada yang masuk ke dalamnya. Adapun Lebe dan Punduh setelah menyerahkan lamareun dan parakuyan kepada kuncen kemudian keluar lagi tinggal bersama para peserta upacara yang lain. Kuncen membakar kemenyan untuk unjuk-unjuk (meminta izin ) kepada Eyang Singaparna. Ia melakukan unjuk-unjuk sambil menghadap kesebelah barat, kearah makam. Arah barat artinya menunjuk ke arah kiblat. Setelah kuncen melakukan unjuk-unjuk, kemudian ia mempersilahkan para peserta memulai membersihkan makam keramat bersama-sama. Setelah membersihkan makam, kuncen dan para peserta duduk bersila mengelilingi makam. Masing-masing berdoa dalam hati untukmemohon keselamatan, kesejahteraan, dan kehendak masing-masing peserta. Setelah itu kuncen mempersilakan Lebe untuk memimpin pembacaan ayat-ayat Suci Al-Quran dan diakhri dengan doa bersama.

Selesai berdoa, para peserta secara bergiliran bersalaman dengan kuncen. Mereka menghampiri kuncen dengan cara berjalan ngengsod. Setelah bersalaman para peserta keluar dari makam, diikuti oleh punduh, lebe dan kuncen. Parukuyan dan sapu lidi disimpan di "para" mesjid. Sebelum disimpan sapu lidi tersebut dicuci oleh masing-masing peserta upacara di sungai Ciwulan, sedangkan lemareun disimpan diBumi Ageung.

Acara selnjutnya diadakan di mesjid. Setelah para peserta upacara masuk dan duduk di dalam mesjid, kemudian datanglah seorang wanita yang disebut patunggon sambil membawa air di dalam kendi, kemudian memberikannya kepada kuncen. Wanita lain datang membawa nasi tumpeng dan meletakannya di tengah-tengah. Setelah wanita tersebut keluar, barulah kuncen berkumur-kumur dengan air kendi dan membakar dengan kemenyan. Ia mengucapkan Ijab kabul sebagai pembukaan. Selanjutnya lebe membacakan doanya setelah ia berkumur-kumur terlebih dahulu dengan air yang sama dari kendi. Pembacaan doa diakhiri dengan ucapan amin dan pembacaan Al-fatihah. Maka berakhirlah pesta upacara Hajat Sasih tersebut. Usai upacara dilanjutkan dengan makan nasi tumpeng bersama-sama. Nasi tumpeng ini ada yang langsung dimakan di mesjid, ada pula yang dibawa pulang kerumah untuk dimakan bersama keluarga mereka.
Perkawinan

Upacara perkawinan bagi masyarakat Kampung Naga adalah upacara yang dilakukan setelah selesainya akad nikah. adapun tahap-tahap upacara tersebut adalah sebagai berikut: upacara sawer, nincak endog (menginjak telur), buka pintu, ngariung (berkumpul), ngampar (berhamparan), dan diakhiri dengan munjungan.

Upacara sawer dilakukan selesai akad nikah, pasangan pengantin dibawa ketempat panyaweran, tepat di muka pintu. mereka dipayungi dan tukang sawer berdiri di hadapan kedua pengantin. panyawer mengucapkan ijab kabul, dilanjutkan dengan melantunkan syair sawer. ketika melantunkan syair sawer, penyawer menyelinginya dengan menaburkan beras, irisan kunir, dan uang logam ke arah pengantin. Anak-anak yang bergerombol di belakang pengantin saling berebut memungut uang sawer. isi syair sawer berupa nasihat kepada pasangan pengantin baru.

Usai upacara sawer dilanjutkan dengan upacara nincak endog. endog (telur) disimpan di atas golodog dan mempelai laki-laki menginjaknya. Kemudian mempelai perempuan mencuci kaki mempelai laki-laki dengan air kendi. Setelah itu mempelai perempuan masuk ke dalam rumah, sedangkan mempelai laki-laki berdiri di muka pintu untuk melaksanakan upacara buka pintu. Dalam upacara buka pintu terjadi tanya jawab antara kedua mempelai yang diwakili oleh masing-masing pendampingnya dengan cara dilagukan. Sebagai pembuka mempelai laki-laki mengucapkan salam 'Assalammu'alaikum Wr. Wb.' yang kemudian dijawab oleh mempelai perempuan 'Wassalamu'alaikum Wr. Wb.' setelah tanya jawab selesai pintu pun dibuka dan selesailah upacara buka pintu.

Setelah upacara buka pintu dilaksanakan, dilanjutkan dengan upacara ngampar, dan munjungan. Ketiga upacara terakhir ini hanya ada di masyarakat Kampung Naga. Upacara riungan adalah upacara yang hanya dihadiri oleh orang tua kedua mempelai, kerabat dekat, sesepuh, dan kuncen. Adapun kedua mempelai duduk berhadapan, setelah semua peserta hadir, kasur yang akan dipakai pengantin diletakan di depan kuncen. Kuncen mengucapakan kata-kata pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan doa sambil membakar kemenyan. Kasur kemudian di angkat oleh beberapa orang tepat diatas asap kemenyan.

Usai acara tersebut dilanjutkan dengan acara munjungan. kedua mempelai bersujud sungkem kepada kedua orang tua mereka, sesepuh, kerabat dekat, dan kuncen.

Akhirnya selesailah rangkaian upacara perkawinan di atas. Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para undangan, tuan rumah membagikan makanan kepada mereka. Masing-masing mendapatkan boboko (bakul) yang berisi nasi dengan lauk pauknya dan rigen yang berisi opak, wajit, rengginang, dan pisang.

Beberapa hari setelah perkawinan, kedua mempelai wajib berkunjung kepada saudara-saudaranya, baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan. Maksudnya untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan mereka selama acara perkawinan yang telah lalu. Biasanya sambil berkunjung kedua mempelai membawa nasi dengan lauk pauknya. Usai beramah tamah, ketika kedua mempelai berpamitan akan pulang, maka pihak keluarga yang dikunjungi memberikan hadiah seperti peralatan untuk keperluan rumah tangga mereka.

3. Perkawinan
Upacara perkawinan bagi masyarakat Kampung Naga adalah upacara yang dilakukan setelah selesainya akad nikah. adapun tahap-tahap upacara tersebut adalah sebagai berikut: upacara sawer, nincak endog (menginjak telur), buka pintu, ngariung (berkumpul), ngampar (berhamparan), dan diakhiri dengan munjungan.
Upacara sawer dilakukan selesai akad nikah, pasangan pengantin dibawa ketempat panyaweran, tepat di muka pintu. mereka dipayungi dan tukang sawer berdiri di hadapan kedua pengantin. panyawer mengucapkan ijab kabul, dilanjutkan dengan melantunkan syair sawer. ketika melantunkan syair sawer, penyawer menyelinginya dengan menaburkan beras, irisan kunir, dan uang logam ke arah pengantin. Anak-anak yang bergerombol di belakang pengantin saling berebut memungut uang sawer. isi syair sawer berupa nasihat kepada pasangan pengantin baru.
Usai upacara sawer dilanjutkan dengan upacara nincak endog. endog (telur) disimpan di atas golodog dan mempelai laki-laki menginjaknya. Kemudian mempelai perempuan mencuci kaki mempelai laki-laki dengan air kendi. Setelah itu mempelai perempuan masuk ke dalam rumah, sedangkan mempelai laki-laki berdiri di muka pintu untuk melaksanakan upacara buka pintu. Dalam upacara buka pintu terjadi tanya jawab antara kedua mempelai yang diwakili oleh masing-masing pendampingnya dengan cara dilagukan. Sebagai pembuka mempelai laki-laki mengucapkan salam 'Assalammu'alaikum Wr. Wb.' yang kemudian dijawab oleh mempelai perempuan 'Wassalamu'alaikum Wr. Wb.' setelah tanya jawab selesai pintu pun dibuka dan selesailah upacara buka pintu.
Setelah upacara buka pintu dilaksanakan, dilanjutkan dengan upacara ngampar, dan munjungan. Ketiga upacara terakhir ini hanya ada di masyarakat Kampung Naga. Upacara riungan adalah upacara yang hanya dihadiri oleh orang tua kedua mempelai, kerabat dekat, sesepuh, dan kuncen. Adapun kedua mempelai duduk berhadapan, setelah semua peserta hadir, kasur yang akan dipakai pengantin diletakan di depan kuncen. Kuncen mengucapakan kata-kata pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan doa sambil membakar kemenyan. Kasur kemudian di angkat oleh beberapa orang tepat diatas asap kemenyan.
Usai acara tersebut dilanjutkan dengan acara munjungan. kedua mempelai bersujud sungkem kepada kedua orang tua mereka, sesepuh, kerabat dekat, dan kuncen.
Akhirnya selesailah rangkaian upacara perkawinan di atas. Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para undangan, tuan rumah membagikan makanan kepada mereka. Masing-masing mendapatkan boboko (bakul) yang berisi nasi dengan lauk pauknya dan rigen yang berisi opak, wajit, rengginang, dan pisang.
Beberapa hari setelah perkawinan, kedua mempelai wajib berkunjung kepada saudara-saudaranya, baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan. Maksudnya untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan mereka selama acara perkawinan yang telah lalu. Biasanya sambil berkunjung kedua mempelai membawa nasi dengan lauk pauknya. Usai beramah tamah, ketika kedua mempelai berpamitan akan pulang, maka pihak keluarga yang dikunjungi memberikan hadiah seperti peralatan untuk keperluan rumah tangga mereka.


Khasiat dari daun sirsak

Masih sekitar kesehatan, kali ini khatsiat dari daun sirsak. Tidak banyak yang tau bahwa daun sirsak mempunyai khasiat untuk kesehatan kita. Daripada harus repot melakukan kemoterapi ganti saja dengan daun sirsak. Pertanyaan tersebut saat ini sudah banyak dilontarkan oleh para dokter kepada para pasiennya yang terkena kanker atau tumor. Selain biayanya mahal, masa penyembuhannya juga lama. Bagian tanaman sirsak yang digunakan untuk membuat ramuan daun sirsak dan menimpas kanker adalah daunnya. Caranya adalah dengan merebus 21 helai daun sirsak dengan 3 gelas air kemudian mengonsumsinya dua kali sehari, yaiu dapat mengobati maag dan ambeien. Caranya hanya cukup mengonsumsi buah sirsak sebanyak 1 buah pada pagi dan sore hari.

Sudah banyak orang yang membuktikan keampuhan ramuan daun sirsak. Seorang wanita yang berdomisili di Jakarta, didiagnosis menderita kanker payudara stadium II. Dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi. Spontan wanita ini menolak. Dan ia nendapat informasi berharga bahwa daun sirsak dapat mengatasi masalah kanker payudaranya. Usahanya pun membuahkan hasil. Dengan mengonsumsi rebusan daun sirsak dan melakukan hipnoterapi selama dua bulan, sakit di payudaranya berangsur-angsur menghilang. Sudah sembuh sekitar 60-70%,tinggal memasuki masa pemulihan payudara yang kulitnya masih berkerut sepert kulit jeruk.

Kadang pasien yang memiliki uang lebih memilih melakukan pengobatan kemoterapi untuk mengatasi penyakit kankernya ketimbang meminum ramuan daun sirsak, karena konon lebih ilmiah walaupun sangat sakit dan menderita dan mereka mampu membayar mahal. Tapi bagi rakyat kecil yang tidak mampu membayar biaya pengobatan yang mahal, kini ada alternative pengobatan yang tidak ada ruginya dicoba selain murah juga mudah di dapat. Dosis yang pernah dicoba adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua, direbus dengan 3 gelas air (600 cc) dan diabiarkan hingga tersisa stau gelas air (200 cc). Setelah adem, lalu disaring dan diminumsetiap pagi, ada beberapa pasien yang minum pagi-sore.


Efeknya perut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras. Perlu diingat bahwa obat herbal ini tidak ‘ces-pleng’artinya setelah diminum rutin selama 3-4 minggu efeknya baru kelihatan. Kondisi pasien membaik, bisa beraktifitas kembali, dan setelah diperiksa lab/dokterternyata sel-sel kankernya mongering, sementara sel-sel lain yang umbuh (rambut, kuku, dll) sama sekali tidak terganggu. Di internet sudah banyak testimony tentang para pasien yang mencoba pengobatan alternative ini. Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan yang menjual obat Graviola ini dalam bentuk kapsul, sehingga lebih mudah dan praktis dipakai.

Untuk pencegahan kanker disarankanmakan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan disarankan :
Rebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja
Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke [enderita setiap hari 2 kali.


Posted in Khasiat Sirsak Untuk Kanker | Tagged bayi mencret, daun sirsak manfaat, daun sirsak penyembuh kanker, daun sirsak untuk kanker, eksim dan rematik, Graviola, hasiat daun sirsak, kandungan buah sirsak, kanker, kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prosta, kanker sirsak, kanker usus besar | Leave a comment
Khasiat Rebusan Daun Sirsak
Posted by Khasiat Daun Sirsak

Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah. Daun sirsak untuk penyembuhan kanker. Untuk penyembuhan kanker, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas iar (600cc) dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas (200cc) saja. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.

Efek meminum ramuan daun sirsak adalah perut akan terasa hangat /panas dan badan berkeringat deras, mirip dengan efek kemoterapi. Obat herbal berasal dari daun sirsak ini bukanlah obat instan, pasien memerlukan waktu 3-4 minggu dengan meminumnya secara rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.

Kanker telah menjadi penyakit yang paling menakutkan sepanjang abad ini. Kekhawatiran terhadap penyakit ini telah mengaburkan fakta bahwa hampir separuh dari penderita kanker dapat disembuhkan, dan untuk mereka yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya bisa menambah tahun-tahun kehidupan yang produktif bila dirawat dengan sepatutnya.



Dari sudut kedokteran, dasar harapan terletak pada 3 pengobatan utama untuk kanker dengan jalan operasi, kemoterapi dan radiasi. Pada kenyataannya, biasanya akan digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan. Misalnya pembedahan yang diikuti oleh kemoterapi atau radioterapi, bahkan kadang digunakan 3 kombinasi sekaligus (pembedahan, kemoterapi dan radioterapi).
Posted in Uncategorized | Tagged kasiat daun sirsak, kegunaan daun sirsak, kegunaan sirsak, khasiat air rebusan daun sirsak, khasiat buah sirsak, khasiat daun sirsak, khasiat daun sirsak untuk kanker, khasiat rebusan daun sirsak, manfaat daun sirsak, manfaat rebusan daun sirsak, manfaat sirsak | Leave a comment
Khasiat Sirsak Untuk Kanker
Posted by Khasiat Daun Sirsak

Sirsak yang memiliki banyak kandungan senyawa kimia dan nilai gizi yang cukup lengkap sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan kualitas kesehatan akan fungsi organ tubuh beserta komponennya dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber) yaitu mencapai 3,3 gr/100gr daging buah.


Konsumsi 100 gr daging buah sirsak dapat memenuhi 13 % kebutuhan serat pangan sehari-hari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan. Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk melancarkan pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).


Gambar : Tabel nilai gizi dan kandungan senyawa

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker. Secara efektif terutama untuk sel kanker ; prostat, pankreas, dan paru-paru. Hasil riset bebrapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa :

1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, mencegah rambut rontok, seperti yang terjadi pada pengobatan kemoterapi.

2. Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah tubuh dari infeksi yang mematikan.

3. Energi meningkat dan penampilan membaik.

4. Secar efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker usus besar, kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas.

5. Daya kerjanya 10.00 kali lipat lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan kemoterapi yang biasa digunakan.

6. Tidak seperti kemoterapi, sari buah sirsak hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat atau normal.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, anti jamur (fungi), serta efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.

Sejak 1976, Graviola atau sirsak telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda. Suatu studi yang dipublikasikan oleh The Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola mampu memilih dan membedakan serta membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan kemoterapi.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak terganggu. Graviola tidak seperti kemoterapi yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok. Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai graviola, akhirnya berita keajaiban ini bocor melalui informasi dari lembaga di atas.
Posted in Khasiat Sirsak Untuk Kanker | Tagged daun sirsak penyembuh kanker, daun sirsak untuk kanker, Graviola, kandungan buah sirsak, kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prosta, kanker sirsak, kanker usus besar, kasiat daun sirsak, kegunaan daun sirsak, kegunaan sirsak, khasiat buah sirsak, khasiat buah sirsak untuk kanker, khasiat daun sirsak, khasiat daun sirsak untuk kanker, khasiat sirsak untuk kanker, manfaat daun sirsak, manfaat sirsak, manfaat sirsak untuk kanker, pengobatan kemoterapi, pengobatan sembelit (susah buang air besar), sirsak anti kanker, sirsak dan kanker, sirsak kanker, sirsak untuk kanker | Leave a comment
Khasiat Sirsak Untuk Kesehatan
Posted by Khasiat Daun Sirsak

Sirsak atau nangka Belanda yang sudah dikenal sejak jaman Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda pada abad ke-19 yang kali pertama dibawa oleh orang Belanda dan Amerika ke tanah nusantara ini semakin banyak dikenal hingga saat ini. Sirsak yang dalam bahasa Belanda disebut sebagai Zuurzak atau yang berarti kantung yang asam, sirsak yang juga memiliki nama latin Graviola atau nama ilmiah lainnya yakni Annona muricata dan banyak sebutan lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Sirsak, buah yang pada umumnya hanya dikonsumsi sebagai buah biasa yang dijadikan sekedar jus yang menyegarkan dan buah pencuci mulut saja yang diperkaya dengan kandungan karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya seperti vitamin C dan vitamiin B2 serta vitamin lainnya. Biji nya mengandung racun, oleh karenanya biji sirsak ini hanya dimanfaatkan sebagai obat insektisida alami atau pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman. Namun banyak manfaat lainnya yang didapat dari sirsak yang hampir semua bagian tanaman sirsak dapat digunakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk pengobatan.


Gambar : Contoh air hasil rebusan daun sirsak

Berikut ini beberapa jenis gangguan penyakit yang dapat diobati oleh sirsak, diantaranya :

1. Untuk sakit ambeien

Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

2. Untuk sakit kandung kemih

Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak seperti membuat kolak. Kemudian dimakan seperti biasa, dimakan rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.

3. Untuk bayi mencret

Buah sirsak yang sudah masak. Ambil daging buah sirsak kemudian peras dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan, 2 kali sehari.


Gambar : Contoh cara pengolahan daun sirsak untuk obat anti kanker yang disesuaikan dengan stadium kanker yang diderita.

4. Untuk sakit anyang-anyangen

Buah sirsak setengah matang dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.

5. Untuk sakit pinggang

20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.

6. Untuk bisul

Daun sirsak yang masih muda secukupnya, ditumbuk hingga halus dan ditambah 1/2 sendok air, diaduk sampai merata, ditempelkan pada bagian bisul.

7. Untuk kanker

10 lembar daun sirsak yang tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel yang tumbuh abnormal (tidak normal) dan membiarkan sel-sel normal lainnya tumbuh.

8. Untuk penyakit liver

Dianjurkan untuk berpuasa makanan lain, hanya minum jus sirsak selama 1 minggu.

9. Untuk eksim dan rematik

Ambil daun sirsak secukupnya, dicuci bersih kemudian tumbuk sampai halus dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

jagalah kesehatan ginjal anda

Kepopuleran organ ginjal memang masih kalah dibandingkan dengan otak

atau jantung dalam berbagai pembahasan seputar kesehatan. Akibatnya,

banyak masyarakat yang kurang atau bahkan tidak peduli dengan kesehatan

ginjalnya sendiri. Padahal peranan ginjal di dalam metabolisme tubuh

sama vitalnya dengan organ lainnya sehingga menjaga kesehatannya sudah

menjadi kewajiban setiap orang.


Hal tersebut juga ternyata diakui para pekerja medis yang menyatakan

bahwa perhatian terhadap masalah kesehatan ginjal ini masih berada di

bawah jantung, otak atau hati.

Tak heran bahwa banyak orang yang baru mengetahui kalau ia menderita

ginjal jika penyakitnya sudah berada di stadium lanjut, disamping gejala

penyakit ginjal yang memang tidak begitu terlihat. Alhasil, banyak

pasien yang baru menyadarinya ketika penyakit tersebut sudah parah

menggerogoti tubuhnya.

Kesehatan ginjal ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena jika

sudah mencapai stadium berat maka biaya pengobatannya akan sangat mahal.

Harus diketahui bahwa komplikasi dari penyakit ini pun terbilang banyak

mulai dari diabetes, kardiovaskular sampai pengeroposan tulang.

Pada dasarnya, penyakit ginjal ini terbagi menjadi dua yakni penyakit

ginjal yang dapat disembuhkan dan yang tidak dapat disembuhkan. Kedua

jenis penyakit ginjal tersebut memiliki konsekuensi medisnya

masing-masing.

Penyakit ginjal yang dapat disembuhkan, misalnya batu ginjal.

Penyakit ini akan mudah diangkat jika yang menjadi faktor pencetusnya

sudah diangkat dan kinerja ginjal pun akan normal kembali.

Sedangkan penyakit ginjal yang tidak dapat disembuhkan dapat berupa

ginjal yang sudah bocor atau penyakit ginjal kronis. Namun, meskipun

tidak dapat disembuhkan, penyakit ini masih bisa disiasati dengan

menghambat proses perkembangannya yakni dengan cara menjalani berbagai

bentuk pengobatan medis dan menjalankan gaya hidup sehat.

Namun, walau bagaimanapun, hal yang terpenting ialah mencegah

ketimbang mengobati. Dan berikut merupakan kiat-kiat untuk menjaga

kesehatan ginjal Anda.

Menjaga Kadar Gula Darah

Anda harus pandai dalam menjaga kadar gula darah supaya tetap stabil.

Gula darah yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor penyakit ginjal.

Data yang dirilis oleh Indonesia Renal Registry menyebutkan bahwa pada 2010 silam, penyakit diabetes menyumbang sekitar 25% yang menyebabkan penyakit ginjal.

Menjaga Kesehatan Fisik

Anda juga mesti pandai dalam menjaga kesehatan fisik dengan cara

sering berolahraga dan mengonsumsi makanan-makanan menyehatkan. Ingatlah

bahwa makanan yang banyak mengandung zat pewarna sangat berperan dalam

memengaruhi kondisi ginjal seseorang.

Begitu juga dengan kopi dan teh yang bila terlalu sering dikonsumsi,

dapat mengganggu kinerja ginjal. Mulai saat ini, cobalah untuk lebih

bijak dalam menyantap makanan/minuman dan rutin berolahraga fisik.

Menjaga Tekanan Darah

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2010, darah tinggi turut andil

dalam menyebabkan penyakit ginjal sebanyak 35%. Maka itu, Anda dituntut

harus pandai dalam menjaga tekanan darah supaya tidak melonjak. Hindari

makanan-makanan yang dapat memicu naiknya tekanan darah.

Cukup Minum Air Putih

Kaitannya dengan mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh. Selain

dengan banyak mengonsumsi air putih yang memang sudah wajib untuk

membantu menjaga kesehatan ginjal, cairan di dalam tubuh juga bisa

diperoleh dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Dehidrasi atau kekurangan

cairan sebaiknya dihindari supaya kinerja ginjal dapat terus terjaga.

Tidak Merokok dan Rutin Memeriksakan Diri

Lagi-lagi, merokok merupakan penyebab timbulnya berbagai macam

penyakit di tubuh, salah satunya ginjal. Makanya, mulai saat ini, sebisa

mungkin Anda mesti mengurangi atau bahkan tidak sama sekali merokok

demi kesehatan ginjal Anda. Ginjal sebaiknya juga diperiksakan secara

rutin dalam bentuk pemeriksaan protein dalam urin dan mengukur laju

filtrasi glomerulus atau LFG.

Itulah beberapa kiat yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan

ginjal supaya tetap berfungsi dengan baik. Bagaimanapun, Anda harus

sebisa mungkin untuk menjaga kesehatan organ ginjal yang memiliki fungsi

penting di dalam tubuh.

Jika Anda sudah membaca artikel ini, maka harapan kami Anda bisa

langsung mempraktikkan beberapa cara yang diulas di atas demi kesehatan

ginjal Anda sendiri karena jika bukan diri sendiri yang menjaga ginjal,

siapa lagi?